Friday, January 30, 2009

Posted by adriani zulivan Posted on 11:40:00 PM | No comments

Bawah Jalan


Toilet umum di bawah permukaan jalan. Terletak di sudut Malioboro, Yogyakarta.

Mlekom,

AZ


20140518

Wednesday, January 28, 2009

Posted by adriani zulivan Posted on 11:38:00 PM | No comments

You Will Not Go Down!


We will not go down (Gaza Tonight)
(Michael Heart)
"A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In the night, without a fight
We will not go down
In Gaza tonight"

What a powerful song dealing with such a tragedy!
I would like to thank Michael Heart (www.michaelheart.com) for the heart he take.
I just hope that this song could reach everybody's heart.
Than could give people of Gaza the hope and courage to survive another day!!

Tuesday, January 13, 2009

Posted by adriani zulivan Posted on 11:53:00 AM | No comments

Komedi yang Tidak Lucu



Pasar Malam merupakan salah satu arena rakyat. Keberadaan Pasar Malam tak lagi mudah ditemui di banyak kota besar. Biasanya para pegiat Pasar Malam ini "menggelar lapaknya" di kota-kota penyangga ibukota.

Hal ini berbeda dengan yang terjadi di Yogyakarta. Sebagai ibukota provinsi, Kota Yogyakarta menjadikan Pasar Malam sebagai salah satu agenda utama kotanya. Bahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memasukkan Pasar Malam sebagai agenda wisata unggulan.

Di kota ini, Pasar Malam yang paling besar diadakan di Alun-alun Utara. Diadakan setiap tahun menjelang peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Agenda ini disebut Sekaten atau Skatenan. Skaten menjadi rangkaian dari kegiatan tahunan Kerajaan Ngayogyakarto dalam merayakan Maulid (atau Maulud) Nabi. 

Perayaan Sekaten diadakan selama sebulan, yaitu dimulai sebulan sebelum hari Maulid. Selama sebulan itu dilaksanakan ritual keagamaan Kraton, seperti memandikan barang-barang bertuah peninggalan kerajaan, arak-arakan mengelilingi benteng kerajaan, penabuhan gamelan keramat, hingga pawai usung seserahan.

Itu sejumlah ritual formal yang secara regular dilaksanakan kerajaan. Dalam ritual tersebut diadakan pula pasar rakyat berupa Pasar Malam. Pasar ini menjadi arena bagi seluruh masyarakat untuk menikmati berbagai hiburan. Jika dahulu diselenggarakan oleh Kerajaan, kini menjadi program reguler Pemerintah Daerah.

Seiring perkembangan zaman, Sekaten terus bertransformasi. Kini, selain menjadi areal dagang, Sekaten menjadi arena hiburan yang sangat menarik. Terdapat berbagai jenis permainan yang belum tentu bisa dinikmati oleh anak-anak perkotaan.

Ada sejumlah wahana permainan yang tak kalah menarik dari permainan modern di kota-kota besar seperti Dunia Fantasi. Sekaten juga memiliki permainan pacu jantung ala Dufan. Komedi putar namanya. 

Perayaan Sekaten merupakan momentum tahunan yang selalu ditunggu warga Yogyakarta dan sekitarnya. Perayaan ini dimeriahkan dengan pasar malam selama satu bulan penuh di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Meriahnya perayaan Sekaten ini menjadi daya tarik pengunjung dari semua kalangan masyarakat, dari desa dan kota, dari luar Jogja hingga para turis asing. 

Di acara Sekaten ini kita bisa menyaksikan berbagai macam hiburan rakyat yang dipentaskan setiap malam di sebuah panggung hiburan yang berada di tengah keramaian pasar. Kita juga bisa mencoba berbagai permainan, menikmati sajian kuliner khas Sekaten, dan berbelanja beraneka macam barang dagangan yang digelar di berbagai stand.

Dan pada pekan terakhir acara ini akan perdengarkan musik gamelan yang ditabuh selama tujuh hari di depan Masjid Gedhe Kauman. Gamelan di halaman masjid tersebut akan ditabuh tiga kali sehari yaitu pukul 08.00 - 11.00 WIB, 14.00 - 17.00 WIB, dan 20.00 - 23.00 WIB. Gamelan tidak akan ditabuh dari Kamis malam hingga Jum’at selepas sholat Jumat.

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata